Senin, 20 Oktober 2014

Pertumbuhan Penduduk Dunia

Nama    : Shubhi Aththabrani
NPM      : 5A414252
Kelas     : 1IA17
Dosen   : Pipit Fitriyah
Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan

China
562,579,779
China
1,333,207,572
USA
152,271,000
India
1,154,845,005
Russia
101,936,816
USA
304,838,948
Japan
83,805,000
Indonesia
238,567,492
Brazil
197,254,181
World
2,555,948,654
World
6,736,383,012
Populasi tahun 1950
Populasi tahun 2008




Perkembangan Penduduk Dunia Menggunakan Tabel. Kita bisa lihat tabel diatas ini yang diambil contoh dari tahun – tahun sebelumnya Perkembangan Penduduk Dunia pada tahun 1950 sampai 2008.
Dapat kita lihat rata – rata setiap negera penduduknya bisa bertambah hingga 2x lipatnya. Lalu perkembangan penduduk dunianya bertambah hingga 3x lipatnya. Itu berarti pertumbuhan penduduk didunia sangat pesat.


Perkembangan Penduduk Dunia
Pada awal Masehi, jumlah penduduk dunia diperkirakan mencapai 200 juta jiwa. Pada tahun 1650 jumlahnya meningkat menjadi 550 juta jiwa. Dilihat dari laporan PBB, jumlah penduduk dunia sampai akhir 2002 telah mencapai 6.2 miliar jiwa. Dari jumlah tersebut, penduduk di negara-negara berkembang menjadi berjumlah ± 5 miliar jiwa.
Perkembangan secara umum penduduk dunia semakin besar dan diprediksikan pada suatu masa akan terjadi peledakan penduduk dunia karena banyaknya bayi yang lahir (baby boom). Kekhawatiran ini sudah mulai dipikirkan oleh para pemikir waktu diantaranya: Thomas Robert Malthus, Meadow, Warren Thompson dan Frank.


Penggandaan Penduduk Dunia
Berdasarkan table diatas diketahui bahwa pertumbuhan penduduk semakin cepat. Begitu pun dengan penggandaan penduduk yang jangka waktunya makin singkat. Cepatnya pertambahan penduduk tersebut dapat dilihat pada table berikut:

Tahun
Jumlah Penduduk
Perkembangan per tahun
1830
1 Milyard
-
1930
2 Milyard
1 %
1960
3 Milyard
1,7 %
1975
4 Milyard
2,2 %
1987
5 Milyard
2 %
1996
6 Milyard
2 %
2006
7 Milyard
2 %
Sumber : Iskandar N , Does Sampurno Masalah Pertambahan Penduduk di Indonesia.

Dari tabel diatas, dapat diambil bahwa dari tahun 1830-1930 pada kurun waktu 100 tahun mengalami penggandaan penduduk, sedangkan dari tahun 1930-1975 pada kurun waktu hanya 45 tahun telah mengalami penggandaan. Ini menunjukkan bahwa penggandaan semakin cepat berlangsung
Faktor demografi yang mempengaruhi penambahan atau pertambahan penduduk di suatu daerah atau negara

1. Kematian (Mortalitas)
Ada beberapa tingkat kematian. Akan tetapi di sini hanya dijelaskan dua jenis tingkat kematian saja yaitu :


a. Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR)
Tingkat kematian kasar adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Secara dinyatakan tiap 1.000 orang.


b. Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
Tingkat kematian dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan. Umpama laki-laki berusia 85 tahun mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mati daripada laki-laki umur 25 tahun. Orang laki-laki yang berada di medan perang lebih besar kemungkinan untuk mati daripada istri mereka yang berada di rumah. Karena perbedaan resiko kematian tersebut, maka digunakan tingkat kematian menurut umur (Specific Death Rate). Dengan tingkat kematian ini menunjukkan hasil yang lebih teliti.


2. Kelahiran (Fertilitas)
Pengukuran fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut :

1. Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyaknya bayi-bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran, tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
2. Makin tua umur wanita tidaklah berarti, bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun.
3. Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi meninggal hanya sekali).
4. Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melakukan. .

3. Migrasi
Migrasi merupakan akibat dari keadaan lingkungan alam yang kurang menguntungkan. Sebagai akibat dan keadaan alam yang kurang menguntungkan menimbulkan terbatasnya sumber daya yang mendukung penduduk di daerah tersebut.

Faktor-faktor migrasi adalah sebagai berikut :
Persediaan sumber alam
Lingkungan sosial budaya
Potensi ekonomi
Alat masa depan


 Rumus Tingkat Kematian Kasar dan Khusus
(a)     Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR)
Tingkat kematian kasar adalah banyaknya orang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun. Berikut perhitungan rumusnya:
CDR      :
D            : Jumlah kematian
Pm         : Jumlah penduduk per pertengahan tahun
K                        : Konstanta = 1000

Penduduk pertengahan tahun  dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :
1)     Pm         =          ½ (P )
2)     Pm          =          +
3)     Pm          =           -
Pm  (1) =  Jumlah penduduk petengahan tahun
Pm  (2) =  Jumlah penduduk pada awal tahun
Pm  (3) =  Jumlah penduduk pada akhir tahun
(b)     Tingkat Kematian Khusus (Age Spesific Death Rate)

Tingkat kematian dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya ialah umur, jenis kelamin, dan pekerjaan. Perbedaan resiko diperuntukan menurut unur (spesific death rate). Dengan cara ini, tingkat kematian menunjukan hasil yang lebih teliti, dikarenakan angka ini mewakili dari 1000 penduduk pada kelompok yang sama, dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
ASDRi   =
Di         =   Kematian penduduk kelompok umur i
Pm      =   Jumlah penduduk pertengahan tahun kelompok umur i
K          =   Konstanta = (1000)

Pengertian Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat yang lain dengan tujuan menetap.
Macam-macam Migrasi
Migrasi lokal (Perpindahan dalam satu Negara)
Migrasi Internasional (Perpindahan antar Negara)

Proses Migrasi
Migrasi lokal terjadi apabila di suatu pulau telah kelebihan penduduk dan atau terjadi bencana alam yang dahsyat sehingga tempat tinggalnya tidak dapat dihuni lagi. Atau terjadi konflik yang mengharuskan penduduk tersebut pindah ke pulau lain.
Migrasi internasional biasa terjadi ketika di Negara tersebut sedang terjadi peperangan,  konflik, kekacauan politik yang terjadi di negaranya, atau terjadi kekurangan pangan sehingga memaksa penduduk tersebut bermigrasi ke Negara lain.

Akibat Migrasi

a. Urbanisasi (migrasi dari desa ke kota) walaupun urutannya sangat kecil, namun dapat mempengaruhi pola distribusi penduduk secara keseluruhan. Para urbanit kebanyakan terdiri dari golongan umur muda yang sangat produktif serta banyak inisiatifnya.

b. Migrasi interegional di Indonesia kebanyakan dilaksanakan oleh mereka yang berumur produktif dan kreatifitas tinggi. Hal tersebut memungkinkan tingginya angka pertumbuhan penduduk serta tingkat laju pembangunan di luar Jawa. Di DKI Jakarta sebagai akibat dari adanya migrasi interegional pertumbuhannya menjadi sangat cepat.

c. Migrasi antar negara di Indonesia adalah sangat kecil dari hasil sensus penduduk pada tahun 1971 sampai dengan 1980 migrasi masuk (immigrasi) hanya ada 0,61% dan migrasi ke luar (emigrasi) hanya sebesar o,57% per tahun. Sehingga akibatnya kurang nyata terhadap distribusi penduduk Indonesia. 

Walaupun migrasi dapat terjadi dalam dimensi nasional, regional, dan internasional, namun dipandang dari sudut sosiologi tidak ada perbedaan dasar antara migrasi nasional dan internasional (emigrasi dan imigrasi).
Struktur Penduduk
– Jumlah penduduk
– Persebaran penduduk
– Komposisi penduduk
– Bentuk Piramida


Piramida Stasioner
Suatu wilayah memiliki angka kelahiran dan angka kematian yang sama-sama rendah (seimbang). Contohnya adalah negara-negara Eropa Barat.


Piramida Muda
Suatu wilayah yang memiliki angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang rendah sehingga daerah ini mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat. Piramida ini dicirikan sebagian besar penduduk masuk dalam kelompok umur muda.
Contohnya adalah negara-negara yang sedang berkembang, misalnya Indonesia, Malaysia, Filipina, dan India.


Piramida Tua
Suatu wilayah memiliki angka kelahiran yang menurun dengan cepat dan tingkat kematian yang rendah. Piramida ini juga dicirikan dengan jumlah kelompok umur muda lebih sedikit dibanding kelompok umur tua. Contohnya adalah negara-negara yang sudah maju, misalnya Amerika Serikat.

Rasio Ketergantungan
Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun.


Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan di Indonesia
Di Indonesia, kebudayaan sudah sangat berkembang. Dahulu kala banyaknya pelancong-pelancong yang menyebabkan banyaknya kebudayaan di Indonesia. Tetapi kita harus kritis dan selektif dalam memilih kebudayaan yang datang itu. Karena jangan sampai kita menggeserkan kebudayaan lama yang sudah menjadi tradisi di negeri kita ini.


Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam
Agama Hindu-Budha tentu bukanlah sesuatu yang asing bagi kita semua, karena kedua agama tersebut mempengaruhi perkembangan awal sejarah Indonesia. Agama Hindu merupakan suatu kepercayaan yang diciptakan oleh bangsa Arya yaitu bangsa
pengembara dari utara yang masuk ke India melalui celah Kaibar dan menduduki lembah sungai Gangga dan Yamuna. Bangsa Arya mendesak bangsa Dravida. Agama Hindu bersifat polytheisme dengan dewa utamanya Trimurti yang terdiri dari Brahma, Wisnu dan Syiwa. Adapun kitab sucinya adalah Weda. Sedangkan agama Budha muncul setelah agama Hindu. Awalnya hanya sebagai suatu ajaran dalam rangka mencari kebenaran yang dilakukan pertama kali oleh Sidharta. Sidharta adalah putra mahkota dari Kerajaan Kapilawastu yang merupakan putra raja Sudhodana dan putri Maya, kemudian ia mengemban menjadi cakyamuni (pendeta) sampai menerima wahyu yang berupa kesadaran akan penderitaan dan cara menindas penderitaan tersebut. Dalam hal ini Sidharta dianggap sebagai Budha Gautama. Budha sebagai suatu ajaran dapat berkembang menjadi suatu agama dengan kitab sucinya Tripitaka (tiga keranjang) yang menggunakan bahasa Pali bahasa rakyat Magadha. Untuk selanjutnya agama Budha berkembang menjadi dua aliran yaitu aliran Mahayana (kendaraan besar) dan aliran Hinayana (kendaraan kecil). Kemudian kedua agama yaitu Hindu-Budha tersebut berkembang keberbagai negara di Asia Timur maupun Asia Tenggara termasuk ke Indonesia yang akhirnya mempengaruhi kebudayaan Indonesia. Kedatangan dan Penyebaran Islam di Indonesia ada teori yang berpendapat baru abad ke-13 M, yang dikemukakan oleh Snouck Hurgronje dan lainnya, dan yang berpendapat sudah sejak abad pertama Hijriyah atau abad ke-7 Masehi yang antara lain dikemukakan W.P. Groeneveldt, Syeikh Muhammad Naguib Al-Attas, S.Q. Fatimi, Hamka, Uka Tjandrasasmita dll. Masing-masing golongan membuat argumentasinya. Tetapi bagaimanapun kami berpendapat yang benar abad ke-1 H, atau abad ke-7 M, dan langsung dari Arabia. Kedatangan Islam awalnya melalui perdagangan Internasional dan penyebaran atau penyampaiannya secara lebih mendalam oleh para da’i dan para wali (Di Jawa Wali Sanga) yang berasal dari luar atau dari Indonesia sendiri. Waktu kedatangan dan penyebaran Islam di Indonesia melalui beberapa fase dan yang abad ke-7 M. Baru di bagian Barat Indonesia saja. Penyebaran Islam di Indonesia bahkan di wilayah Asia Tenggara berjalan dengan damai sesuai dengan prinsip-prinsip konsep Islam. Proses Islamisasi melalui berbagai jalur : Perdagangan, Pernikahan, Memasuki birokrasi, Sufisme, Pendidikan (Pesantren), Kesenian.


Kebudayaan Barat
Selain dari pengaruh budaya asing pada masa lampau, perkembangan pesat era globalisasi saat ini semakin menekan proses akulturasi budaya, terutama pengaruh budaya Barat. Berbagai informasi melalui media cetak dan elektronik dengan sentuhan kemajuan teknologi modern mempercepat akses pengetahuan tentang budaya lain. Membawa perubahan sampai ke tingkat dasar kehidupan manusia di Indonesia.
Tak dapat dipungkiri, peradaban yang lebih maju akan banyak mempengaruhi peradaban yang berkembang belakangan. Sebagaimana agresivitas budaya Barat yang terus berproses dinamis dan teruji berpengaruh pada peradaban lain, terutama peradaban timur. Secara umum, perubahan kebudayaan sekarang ini disebabkan oleh perjuangan HAM (Hak Asasi Manusia), pelestarian alam dan lingkungan hidup, serta tuntutan peningkatan kualitas hidup. Lebih dari itu, kehadiran budaya Barat seakan mendominasi dan selalu menjadi trend-centre masyarakat. Kebiasaan dan pola hidup orang barat seakan menjadi cermin kemodernan. Hal ini jelas mengikis prilaku dan tindakan seseorang.
Hembusan pengaruh budaya Barat, dianggap sebagai ciri khas kemajuan dalam ekspresi kebudayaan kekinian. Padahal belum tentu sesuai dengan kebutuhan situasi dan kondisi masyarakat sendiri. Keadaan ini terus mengikis budaya dan kearifan lokal yang menjadi warisan kebudayaan masyarakat nusantara. Nilai tradisional masyarakat perlahan mengalami kepunahan, tak mampu bersaing dengan derasnya publikasi budaya modern dalam konteks pergaulan masyarakat. Beberapa dampak yang dirasakan adalah dengan menurunnya rasa sosial dan tenggang rasa masyarakat, mengikisnya semangat kebhinekaan yang mengarah pada disintegrasi bangsa dan pelanggaran hukum, dan pola hidup individualisme dan konsumerisme yang bertentangan dengan sikap hidup sederhana. Kebebasan dan kesenangan hidup masyarakat Barat tidak selamanya positif. Banyak kalangan remaja yang sedang mencari jati diri tergusur oleh tren-tren yang tak henti diiklankan sebagai suatu gaya hidup yang menyenangkan dan mendunia. Banyak norma-norma masyarakat pribumi di Indonesia yang terkikis dalam keseharian generasi mudanya.


Sumber:

Minggu, 19 Oktober 2014

Macam Macam Sorting Algoritma


Nama   : Shubhi Aththabrani
NPM    : 5A414252
Kelas   : 1IA17
Mata Kuliah : Algoritma & Pemrograman 1A
Dosen   : Kunto Bayu A.

Sorting

Sorting merupakan suatu proses menyusun himpunan objek dengan menggunakan aturan tertentu. Ada dua macam urutan yang biasa digunakan dalam proses sorting:
  1. Urutan Naik (Ascending)
          Mengurutkan data dari yang mempunyai nilai paling kecil hingga yang paling besar.
     
     2.  Urutan Turun (Descending)

           Mengurutkan data dari yang mempunyai nilai paling besar hingga paling kecil.

Dengan melakukan sorting data, dapat lebih mudah mencari data yang hilang, melakukan perbaikan pada data yang salah. Jika sewaktu-waktu data tersebut tidak digunakan lagi, penghapusan ddata bisa dilakukan dengan mudah.

Ada beberapa macam pensortingan:
  • Bubble Sort
       Bubble Sort merupakan pengurutan algoritma dengan metode pengurutan paling sederhana. Pengurutan yang dilakukan dengan membandingkan item secara berpasangan, menukar item, dan di ulangi sampai item terakhir, sehingga tidak ada lagi yang dapat di tukar.

                  Contoh Bubble Sort:



  • Selection Sort
      Algoritma Selection Sort adalah memilih elemen dengan nilai paling rendah dan menuka elemen dengan elemen ke-i. Nilai dari i dimulai dari 1 ke n, dimana n adalah jumlah total elemen dikurangi 1.

                    Contoh Selection Sort:


  • Merge Sort
        Algoritma dirumuskan dengan 3 langkah berpola, yaitu:

        1. Divide
            Memilih elemen-elemen dari rangkaian data menjadi dua bagian.
        
        2. Conquer
            Conquer setiap bagian dengan memanggil prosedur merge sort secara rekursif.
        
        3. Kombinasi
            Mengkombinasikan dua bagian tersebut untuk mendapatkan rangkaian data yang berurutan.

         Jika mencapai elemen dasar proses rekursif akan berhenti. Itu akan terjadi jika bagian yang di urutkan menyisakan satu elemen. Sisa pengurutan tersebut akan menandakan bahwa bagian tersebut telah tersusun sesuai rangkaian.

                    Contoh Marge Sort:

  • Shell Sort
         Shell sort merupakan algoritma yang sejenis dengan insertion sort, dimana setiap nilai i dalam n/i item diurutkan. Pada setiap pergantian nilai, i dikurangi sampai 1 sebagai nilai terakhir.


                       Contoh Shell Sort:



  • Quick Sort
        Algoritma ini berdasarkan pada pola divide and conquer.
    1. Divide
              Membagi data menjadi dua sub-rangkaian A[p...q] dan A[q+1...r] dimana setiap elemen A[p...q-1] adalah kurang dari atau sama dengan A[q] dan setiap elemen pada A[q+1...r] adalah lebih besar atau sama dengan elemen pada A[q]. A[q] disebut sebagai elemen pivot. Perhitungan pada elemen q merupakan salah satu bagian dari prosedur pemisahan.
                
               2. Conquer
                
        Mengurutkan elemen pada sub-rangkaian secara rekursif. Pada algoritma quick sort, langkah kombinasi tidak dilakukan karena terjadi pengurutan elemen-elemen pada sub-array.

                      Contoh Quick Sort:


  • Heap Sort
       Heap sort merupakan metode pengurutan data berdasarkan perbandingan. Metode heap sort memiliki keunggulan yaitu pada n log n. Heap sort ini mengurutkan isi larik masukan dengan memandang larik masukan sebagai suatu Complate Binary Tree (CBT). Lalu di konversi kan menjadi heap tree.

              Contoh Heap Sort:


  • Bucket Sort

     Algoritma bucket sort bekerja dengan partisi array kedalam jumlah sort. Kemudian setiap kotak diurutkan individual. Metode ini sering disebut semacam hitungan tunggal bufferred lebih cepat.

               Contoh Bucket Sort:




  • Radix Sort
        Radix sort merupakan algoritma pengurutan nilai yang mengurutkan nilai tanpa melakukan perbandingan pada data yang dimasukan.

                 Contoh Radix Sort:



Sumber:
http://lunarphue.wordpress.com/asd/macam-macam-sorting/
http://sisinform-aaf1231072.blogspot.com/2013/02/pengertian-sorting.html

Minggu, 28 September 2014

Flowchart & Algoritma

Nama : Shubhi Aththabrani
NPM : 5A414252
Kelas : 1IA17
Mata Kuliah : Algoritma & Pemrograman 1 A
Dosen : Kunto Bayu A.

  • ALGORITMA
    • Pengertian Algoritma
      Algoritma merupakan suatu metode khusus yang terdiri dari serangkaian langkah yang terstruktur dan secara matematis, untuk menyelesaikan suatu masalah dengan bantuan komputer. Perlu diketahui algoritma tidak bergantung pada satu bahasa pemrograman, tetapi algoritma bisa dibentuk oleh bahasa pemrograman apa pun.

      Algoritma disajikan dalam dua bentuk, yaitu dalam bentuk tulisan/bahasa dan dalam bentuk gambar. Dalam menyajikan langkah-langkah algoritma dalam bentuk tulisan, harus menggunakan bahasa yang dimengerti oleh manusia.penyajian dalam bentuk tulisan dapan dilakukan menggunakan pseudocode. Pseudo yang berarti "mirip atau menyerupai" dan code yang berarti "kode program". Sedangkan algoritma dalam bentuk gambar biasa disebut Flowchart.

    • FLOWCHART
    Pengertian Flowchart
    Flowchart merupakan gambar atau bagan alir yang memperlihatkan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambar dinyatakan dengan simbol yang mempunyai arti proses tertentu, dan setiap simbol gambar di hubungkan dengan garis penghubung. Flowchart membuat urutan proses kegiatan menjadi lebih mudah.
      •  Flowchart menurut Jogiyanto
            Menurut Jogiyanto "Bagan alir (Flowchart) adalah bagan (chart) yang menunjukan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika."




    Simbol Flowchart

    Simbol yang digunakan di dalam Flowchart dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

    1. Flow directions symbols (connecting line): simbol yang menghubungkan satu proses dengan proses lainnya.
    2. Processing symbols: simbol yang menunjukan adanya suatu proses.
    3. Input / Output symbols: simbol yang digunakan sebagai media input atau output.



    Model Flowchart


    Model flowchart ada dua, yaitu:


    1. System Flowchart

             System Flowchart adalah bagan yang menunjukan urutan proses didalam media tertentu.

      • Dalam flowchart banyak jenis media penyimpanan yang dipakai dalam proses data.
      • Juga file yang dipakai sebagai input / output.
      • Hanya untuk menggambarkan prosedur dalam sistem yang dibuat.
         2.  Program Flowchart

             Program Flowchart adalah bagan yang memperlihatkan urutan dan proses hubungan dalam suatu program. Program flowchart memiliki dua jenis metode.
      • Conceptual Flowchart adalah menggambarkan alir proses secara umum.
      • Detail Flowchart adalah menggambarkan alir proses secara rinci.



    Sumber: