Rabu, 13 April 2016

Skripsi Tesis dan Disertasi

JUDUL SKRIPSI : Modifikasi Algoritma Link State Routing pada Jaringan
IDENTITAS PENULIS : Raden Rara Dian Puspita Murti (Universitas Indonesia)
ABSTRAKSI SKRIPSI










JUDUL TESIS : Implementasi dan Analisa Akses Jaringan dan Kontrol QoS berbasis SIP pada Lingkungan NGN
IDENTITAS PENULIS : Agus Awaludin (Universitas Indonesia)
ABTRAKSI TESIS






JUDUL DISERTASI : Kekuatan Memaksa Dalam Pemasaran Relasional dan Dampaknya pada Strategic Marketing Outcomes (Studi Empirik pada Industri Pariwisata di Indonesia)
IDENTITAS PENULIS : Alimuddin Rizal Riva’i (Universitas Diponogoro)
ABTRAKSI DISERTASI


Skripsi
Skripsi merupakan karya tulis ilmiah sebagai salah satu hasil proses pengembangan intelektual mahasiswa secara mandiri dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan di bawah bimbingan dosen. Penulisan skripsi merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan pada program sarjana (S1) yang memiliki bobot 6 sks (satuan kredit semester). Penulisan skripsi harus memenuhi syarat-syarat penulisan ilmiah, yaitu obyektif, metodologis, sistematis dan komunikatif.
Materi penulisan skripsi dapat berasal dari penelitian lapangan dan/ atau penelitian kepustakaan yang merupakan telaah terhadap salah satu topik permasalahan. Skripsi tersebut diharapkan mengemukakan suatu temuan baru.
·         Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini disajikan berdasarkan temuan-temuan penelitian. Manfaat penelitian dapat berupa manfaat teoretis dan atau manfaat praktis.
·         Manfaat Teoritis
Dapat memperkaya konsep atau teori yang menyokong perkembangan ilmu pengetahuan manajemen sumber daya manusia, khususnya yang terkait dengan pengaruh motivasi kerja dan kompensasi kerja terhadap kinerja pegawai.

·        Manfaat Praktis
Menambah wawasan penulis mengenai wacana nilai, untuk selanjutnya dijadikan sebagai acuan dalam bersikap dan berperilaku. Dapat memeberikan masukan yang berarti bagi PT. X dalam meningkatkan kinerja pegawainya, khususnya melalui perspektif motivasi kerja dan kompensasi kerja.

·         Metode Penelitian
Bagian ini berisi metode penelitian yang digunakan dalam penelitian, yang meliputi metode pengumpulan data dan metode analisis data. Metode penelitian hendaknya disajikan dengan jelas dan rasional.
·         Rancangan penelitian disusun berdasarkan karakteristik masalah atau tujuan penelitian. Misalnya untuk penelitian korelasional, rancangan penelitian menjelaskan struktur penelitian yang menggambarkan hubungan antar variabel penelitian.
·         Obyek penelitian bagian ini menjelaskan obyek penelitian beserta karakteristik, unit analisi, horizon waktu penelitian dan metode pengambilan sampel yang digunakan.
·         Definisi operasional variabel dan pengukurannya menguraikan tentang penentuan construct sehingga menjadi variable yang dapat diukur. Definisi operasional variable menjelaskan tipe-tipe variable yang dapat diklasifikasikan beradasarkan fungsi variable dalam hubungan antar variabel serta skala pengukuran variabel yang digunakan.
·         Teknik pengumpulan data berisi uraian data-data yang digunakan dan disebutkan jenis data penelitian, data primer atau data sekunser serta bagaimana cara memperoleh data tersebut.
·         Uji kualitas data berisi uraian tentang metode dan batasan yang digunakan dalam uji kualitas data penelitian yang meliputi:
                                   a. Uji normalitas, untuk data primer dan sekunder.
                                   b. Uji outlier, dilakukan jika data tidak terdistribusi secara normal.
                                   c. Uji reliabilitas dan validitas, untuk data primer.
·         Metode analisis data menguraikan tentang metode statistik yang digunakan dalam pengujian hipotesis beserta batasan- batasannya untuk dasar pengambilan keputusan menolak/tidak berhasil menolak (reject/fail to reject) hipotesis penelitian.
·         Analisis statistik kualitatif menggunakan statistik deskriptif.
·         Pada sub bahasan ini menjelaskan pula mengenai uji asumsi klasik (uji autokorelasi, multikolinieritas dan heteroskedastisitas), untuk pengujian hipotesis dengan metode linier/ANOVA/MANOVA.
·         Analisis kuantitatif dengan menggunakan statistik inferensi (parametric dan non-parametrik). Pemilihan metode statistik dipengaruhi oleh tujuan penelitian, jenis data juga tipe skala pengukuran variabel yang digunakan.

·         Hasil Penelitian
Merupakan bagian dari uraian hasil proses pengujian data setalah tahap pemilihan dan pengumpulan data penelitian. Analisis dan pembahasan minimal terdiri dari 3 bagian, yaitu:
a) Statistik deskriptif, memuat deskripsi statistik mengenai variabel atau sample penelitian dan demografi responden (ukuran frekuensi, tendensi sentral dan dispersi).
b) Hasil uji kualitas data, misalnya terdiri dari hasil uji reliabilitas, uji validitas, uji normalitas data, uji outlier, dan seterusnya.
c) Pengujian hipotesis, dibahas kensekuensi hasil pengujian yang menolak atau tidak berhasil menolak hipotesis penelitian, dan membandingkannya dengan hasil penelitian sebelumnya.

·         Sistematika Penelitian
Sistematika Penulisan Skripsi dibagi dalam 3 (tiga) bagian : bagian awal, bagian isi (teks) dan bagian akhir.

A.      Bagian Awal
1.       Halaman Judul dan pernyataan maksud penulisan
2.       Tim Pembimbing
3.       Pernyataan tentang keaslian karya tulis
4.       Kata Pengantar
5.       Abstrak
6.       Daftar isi
7.       Daftar Tabel (kalau ada)
8.       Daftar Grafik (kalau ada)
9.       Daftar Gambar (kalau ada)
10.   Daftar Lampiran

B.      Bagian Isi (Teks)
BAB I PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
2.      Rumusan Masalah
3.      Tujuan dan Manfaat Penelitian
3.1. Tujuan Penelitian
3.1.1.        Tujuan Umum
3.1.2.        Tujuan Khusus
3.2. Manfaat Penelitian
3.2.1.        Manfaat Teoritis
3.2.2.        Manfaat Praktis
4.      Asumsi
5.      Hipotesis Tindakan
6.      Metode Penelitian
7.      Lokasi dan Sampel Penelitian
BAB II Kajian Pustaka atau Kerangka Teoretis (Beri judul sesuai dengan isi/teori yang dibahas).
1.       Teori-teori utama dan teori-teori turunannya dalam bidang yang dikaji;
2.       Penelitian terdahulu yang relevan dengan bidang yang diteliti, mengenai prosedur, subyek dan temuannya;
3.       Posisi teoretik peneliti yang berkenaan dengan masalah yang diteliti.
BAB III METODE PENELITIAN
1.        Lokasi dan Waktu Penelitian
2.        Subyek Penelitian
3.        Prosedur Penelitian
4.        Metode Pengumpulan Data
5.        Analisis Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1.       Deskripsi Data Awal Penelitian
2.       Deskripsi Pelaksanaan Penelitian
3.       Deskripsi Hasil Penelitian
a.       Hasil Penelitian Siklus I
b.      Hasil Penelitian Siklus II
c.       Hasil Penelitian Siklus III
4.       Pembahasan
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
1.       Kesimpulan
2.       Rekomendasi
C.      Bagian Akhir
Bagian akhir tesis meliputi:
1.       Daftar Pustaka.
2.       Lampiran.
·         Kesimpulan
Kesimpulan merupakan kristalisasi hasil analisis dan interpretasi. Kesimpulan harus terlebih dahulu dibahas dalam bagian pembahasan sehingga apa yang dikemukakan dalam bagian simpulan tidak merupakan pernyataan yang muncul secara tiba-tiba. Cara penulisan/pembahasan dirumuskan dalam bentuk pernyataan secara ketat dan padat sehingga tidak menimbulkan penafsiran lain. Informasi yang disampaikan dalam kesimpulan dapat berupa pendapat baru, koreksi atas pendapat lama pengukuhan pendapat lama, atau menumbangkan pendapat lama sebagai jawaban atas tujuan.

Tesis
Tesis adalah salah satu karya ilmiah tertulis yang disusun mahasiswa secara individual berdasarkan hasil penelitian empiris untuk dijadikan bahan kajian akademis. Tesis adalah pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen-argumen untuk dikemukakan, merupakan hasil dari studi yang sistematis atas masalah, tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Tesis adalah karya ilmiah yang disyaratkan untuk lulus pendidikan jenjang S2.

·         Manfaat Penelitian
Bagian ini berisi uraian tentang temuan baru yang dihasilkan dan manfaat temuan penelitian tersebut bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh ilmuwan lain serta manfaat praktis untuk institusi, pembangunan, dan/atau masyarakat.
Mengungkapkan secara spesifik kegunaan yang dapat dicapai dari:
                   • Aspek teoretis (keilmuan) dengan menyebutkan kegunaan teoretis apa yang dapat dicapai dari masalah yang diteliti.
                   • Aspek praktis (guna laksana) dengan menyebutkan kegunaan apa yang dapat dicapai dari penerapan pengetahuan yang dihasilkan penelitian ini
·         Metode Penelitian
Menguraikan paradigma/pendekatan/metode yang dipergunakan dalam penelitian. Uraian mencakup, tapi tidak terbatas pada, hal-hal sebagai berikut:
       • Uraian tentang rancangan penelitian yang dipilih.
       • Prosedur pengambilan/pemilihan sampel dan penentuan unit analisis.
       • Sumber dan teknik pengumpulan data serta instrumen penelitian.
      • Pengolahan dan analisis data termasuk (uji) validitas data yang sesuai dengan rancangan penelitian yang diusulkan.
       • Lokasi dan waktu penelitian.

Pada beberapa disiplin di bidang ilmu-ilmu eksakta, sub bab ini diberi judul “BAHAN/OBJEK DAN METODE PENELITIAN”. Sesuai dengan judul tersebut, uraian pada bab ini dimulai dengan uraian tentang bahan, subjek, dan objek penelitian di dalam bagian yang diberi sub-judul “Bahan/Objek Penelitian”. Kemudian dilanjutkan dengan uraian yang diberi sub-judul “Metode Penelitian”; uraian memuat butir-butir seperti pada paradigma/pendekatan/metode di atas.

·         Identifikasi Variabel Penelitian Pada bagian ini harus dinyatakan spesifikasi secara lengkap jenis variabel yang akan digunakan di dalam penelitian.
-          Definisi Operasional Variabel Penelitian Pada bagian ini masing-masing variabel yang digunakan di dalam penelitian didefinisikan secara jelas sehingga dapat diukur dengan menggunakan alat ukur.
-          Populasi dan Sampling Berupa uraian yang lengkap tentang daerah populasi yang digunakan, metode pengambilan sampel (sampling) serta jumlah sampel yang diteliti.
-          Metode Pengumpulan Data Penelitian Bagian ini menguraikan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dan alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian.
-          Metode Analisis Data Setelah data yang diperlukan terkumpul selanjutnya diuji validitas dan reliabilitasnya dengan menggunakan metode statistik dari item-item yang valid dan reliabel di analisa menggunakan metode analisis data tertentu.



·         Hasil Penelitian
Bagian ini memuat data penelitian yang relevan dengan tujuan dan hipotesisnya. Penyajian data hasil penelitian dapat berupa tabel, grafik, gambar, bagan, foto atau bentuk penyajian data yang lain. Tata cara penyajian tabel, grafik, gambar, bagan, foto harus sesuai dengan ketentuan.
Bagian ini juga memuat data penelitian. Jika digunakan analisis statistik hanya dimuat tampilan akhir yang menunjukkan hasilnya, sedangkan perhitungan statistik dimuat sebagai lampiran.
·         Sistematika Penelitian
Sistematika Penulisan Tesis sama seperti Skripsi, dibagi dalam 3 (tiga) bagian : bagian awal, bagian isi (teks) dan bagian akhir.
A.      Bagian Awal
1.      Halaman judul (bagian luar dan bagian dalam)
2.      Halaman prasyarat gelar
3.      Halam persetujuan
4.      Halaman penetapan panitia penguji
5.      Motto*
6.      Kata Pengantar / Ucapan Terima Kasih
7.      Ringkasan
8.      Abstract
9.      Daftar Isi
10.  Daftar Tabel*
11.  Daftar Grafik / Diagram*
12.  Daftar Gambar*
13.  Daftar Lampiran
14.  Daftar Peraturan Perundang-undangan
15.  Daftar Putusan Pengadilan*
16.  Daftar Singkatan*
Cataran : *kalau ada

B.      Bagian Isi (Teks)
BAB I PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
2.      Rumusan Masalah
3.      Tujuan dan Manfaat Penelitian
3.1  Tujuan Penelitian
3.1.1.      Tujuan Umum
3.1.2.      Tujuan Khusus
3.2  Manfaat Penelitian
3.2.1.      Manfaat Teoritis
3.2.2.      Manfaat Praktis
4.      Tinjauan Pustaka
4.1  Kerangka Teoritis
4.2  Kerangka Konseptual
5.      Metodelogi Penelitian
5.1  Tipe Penelitian
5.1.1        Penelitian Dokrinal (Doctrinal Research)
5.1.2        Penelitian yang ditunjukkan untuk reformasi hukum (Reform
Oriented Research)
5.2  Pendekatan (Approach)
5.2.1.        Perundang-undangan (Statute Approach)
5.2.2.        Konseptual (Conceptual Approach)
5.2.3.        Kasus (Case Approach)
5.2.4.        Perbandingan (Comparative Approach)
5.2.5.        Sejarah (Historical Approach)
5.3  Sumber Bahan Hukum (legal sources)
5.3.1.        Bahan hukum primer (misal : Legislasi, Regulasi, Putusan pengadilan, kontrak)
5.3.2.        Bahan Hukum sekunder (misal : jurnal hukum, buku hukum)
6.      Sistematika Penulisan Memuat tata urut yang ditulis dalam penulisan Tesis sebagai hasil penelitian yang dimulai dari Bab Pendahuluan sampai dengan Bab Penutup
BAB II PEMBAHASAN (PERMASALAHAN 1)
BAB III PEMBAHASAN (PERMASALAHAN 2)
BAB IV PENUTUP
1. Simpulan
2. Saran
C.      Bagian Akhir
Bagian akhir tesis meliputi:
3.       Daftar Pustaka.
4.       Lampiran.

·         Kesimpulan
Kesimpulan merupakan sintesis dari pembahasan, yang sekurangkurangnya terdiri atas:
(1) jawaban terhadap rumusan masalah dan tujuan penelitian;
(2) hal baru yang ditemukan dan prospek temuan;
(3) pemaknaan teoristik dari hal baru yang ditemukan.

Disertasi
Disertasi adalah karya ilmiah mahasiswa untuk jenjang pendidikan S3 yang berupaya menciptakan suatu teori baru dengan menguji hipotesis yang disusun berdasarkan teori yang sudah ada. Disertasi berupa paparan diskusi yang menyertai sebuah pendapat atau argumen.
·         Manfaat Penelitian
    Isi disertasi harus bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup manusia. Selain bermanfaat, sebuah disertasi harus mempertimbangkan faktor urgensi dari penelitian yang dilakukan. Manfaat dari disertasi dapat berupa manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka pendek atau pun manfaat yang akan dirasakan pada masa yang akan datang. Faktor manfaat dan urgensi disertasi dapat ditinjau dari pengaruhnya terhadap keselamatan jiwa atau dari ukuran ekonomi.
Disertasi harus mampu menjawab masalah yang kompleks. Disertasi yang membesar-besarkan masalah yang sebenarnya sangat sederhana akan disebut sebagai disertasi yang ‘trivial‘, sedangkan disertasi yang memandang masalah yang sebenarnya sangat kompleks dengan terlalu sederhana akan disebut sebagai disertasi yang ‘naive‘.

·         Metode Penelitian
-          Pendekatan Penelitian
Ada dua macam pendekatan dalam penelitian yaitu pendekatan kuantitatif dimana peneliti akan bekerja dengan angka-angka sebagai perwujudan gejala yang diamati dan pendekatan kualitatif dimana peneliti akan bekerja dengan informasi-informasi data dan di dalam menganalisanya tidak menggunakan analisa data statistik.
Pendekatan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif action research. Penelitian ini bertujuan menyelidiki pengaruh penggunaan media audio dalam layanan bimbingan belajar terhadap peningkatan minat belajar siswa, dengan mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil pre-test dan post-test .
-          Variabel Penelitian
Menurut Suharsimi Arikunto (1998:99) variabel penelitian adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian.Hal ini senada dengan pendapat Ibnu Hajar (1999:156) yang mengartikan variabel adalah objek pengamatan atau fenomena yang diteliti. Sedangkan menurut Sutrisno Hadi (1982:437) variabel adalah semua keadaan, faktor, kondisi, perlakuan, atau tindakan yang dapat mempengaruhi hasil eksperimen. Dalam suatu penelitian eksperimen, Sutrisno Hadi (1982:437) membedakan variabel menjadi dua yaitu:
a.         Variabel Eksperimen atau treatment variabel yaitu kondisi yang hendak diselidiki bagaimana pengaruhnya terhadap gejala atau behaviour variable.
b.        Variabel non eksperimental yaitu variabel yang dikontrol dalam arti baik untuk kelompok eksperimental
Sedangkan Suharsimi Arikunto (1998:101) membedakan variabel menjadi dua yaitu variabel yang mempengaruhi disebut variabel penyebab, variabel bebas, atau independent variabel (X), dan variabel akibat yang disebut variabel tak bebas, variabel tergantung, variabel terikat, atau dependent variabel (Y).
Berdasarkan pendapat diatas, dalam penelitian ini terdiri dari variabel eksperimental yang meliputi:
a.       Variabel bebas   : Penggunaan media audio kaset
b.      Variabel terikat : Peningkatan minat belajar siswa

·         Hasil Penelitian
Penyelesaian studi doktor dan meningkatkan publikasi ilmiah dalam nasional, membantu menyelesaikan masalah nasional, ragional, pemerintah dearah, dan masyarakat.
·         Sistematika Penelitian
Secara ringkas kerangka penelitian adalah sebagai berikut:
                Halaman Judul
                                I. Pendahuluan
                                                A. Latar Belakang
                                                B. Permasalahan
                                                C. Tujuan
                                                D. Manfaat
                                                E. Keaslian

·         Kesimpulan
Kesimpulan berisi pernyataan-pernyataan jawaban dari pertanyaan penelitian atau pemecahan dari masalah penelitian yang dikaji. Butir-butir kesimpulan harus selalu mengacu kepada butir-butir penelitian. Tidak perlu mecantumkan hal-hal yang tidak terkait dengantujuan penelitian. Pada kesimpulan, tdak ada lagi pembahasan atau sokongan pustaka.

Tabel Perbedaan
Berikut adalah table yang menunjukkan perbedaan antara Skripsi, Tesis, dan Disertasi, sehingga lebih memudahkan pembaca untuk membaca “peta kekuatan” ketiga jenis tugas akhir ini.




PENUTUP 
KESIMPULAN
Pada Skripsi, kajian deskriptif atau paparan lebih dominan dibandingkan dengan kajian analitis. Disamping itu pada skripsi jumlah rumusan masalah biasanya sekitar 1 atau 2 rumusan masalah, sedangkan tesis biasanya minimal 3 rumusan masalah. Kemudian untuk doktor Lebih dari 3  rumusan masalah dengan bobot ilmiah yang paling tinggi dibandingkan yang lain.
Kemudian pada jenjang pasca sarjana (S2, S3) kerap pula terjadi kebingungan  ketika mahasiswa akan melakukan riset atau menulis karya ilmiah untuk tugas akhir mereka.  Kebingungan biasanya muncul ketika dosen pembimbing atau supervisor atau promotor mereka mulai menanyakan, dimana posisi penelitian mereka dalam kerangka state of the art dari studi atau disiplin yang mereka geluti.
·         Skripsi merupakan karya tulis ilmiah hasil penelitian dan/atau percobaan yang disusun oleh mahasiswa di bawah bimbingan dosen pembimbing skripsi dan dipertanggung-jawabkan dalam suatu Sidang Ujian Akhir Program untuk memenuhi persyaratan memperoleh derajat kesarjanaan strata satu (S1). Skripsi sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi sebagai bagian untuk mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi menjadi salah satu pembeda antara jenjang pendidikan sarjana (S1) dan diploma (D3).

·         Tesis adalah salah satu karya ilmiah tertulis yang disusun mahasiswa secara individual berdasarkan hasil penelitian empiris untuk dijadikan bahan kajian akademis. Tesis adalah pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen-argumen untuk dikemukakan, merupakan hasil dari studi yang sistematis atas masalah, tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Tesis adalah karya ilmiah yang disyaratkan untuk lulus pendidikan jenjang S2.

·         Disertasi adalah karya ilmiah mahasiswa untuk jenjang pendidikan S3 yang berupaya menciptakan suatu teori baru dengan menguji hipotesis yang disusun berdasarkan teori yang sudah ada. Disertasi berupa paparan diskusi yang menyertai sebuah pendapat atau argumen.


  
DAFTAR PUSTAKA
https://yogarananda.wordpress.com
http://fahum.uinsby.ac.id/wp-content/uploads/2014/02/PEDOMAN-PENULISAN-SKRIPSI-SI.pdf
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI_PEND_DAN_BIMBINGAN/195807031985031-AMIN_BUDIAMIN/SISTEMATIKA_SKRIPSI.pdf
http://rusdianto.dosen.narotama.ac.id/files/2012/05/SISTEMATIKA-TESIS.pdf
http://metodepenelitiandisertasi.blogspot.co.id/
http://faperta.ugm.ac.id/2014/site/download/files/PEDOMAN%20penulisan%20TESIS%20&%20DESERTASI.pdf
http://imm.fe.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2015/07/Pedoman-Tesis-Disertasi_Artikel-Ilmiah-dan-Dalil-2014.pdf
http://www.firmansyah-teguh.com/2016/01/perbedaan-umum-skripsi-tesis-dan.html
http://www.makalahskripsi.com/2014/10/contoh-penulisan-tujuan-penelitian-dan.html
http://www.sarjanaku.com/2012/12/contoh-kesimpulan-dan-saran-dalam.html





Senin, 04 April 2016

E-Commerce

Tokopedia

Sekarang ini orang-orang mempunyai banyak kebutuhan, membeli sesuatu ke supermarket atau tempat perbelanjaan besar yang jauh dari rumah. Tetapi dengan adanya E-Commerce sekarang dengan lebih mudah membeli suatu barang yang jauh, mungkin bisa luar kota, luar negara dan lain lain. Dalam pengertian umum, E-Commerce adalah sebuah kemampuan untuk membeli atau menjual barang, atau informasi lain lewat internet dan sarana online lainnya. Salah satu nya adalah Tokopedia atau tokopedia.com.

Tokopedia memiliki banyak fitur di dalam nya seperti, pemesanan kereta api, isi pulsa, dan pengunjung Tokopedia juga bisa memilih berbagai kategori barang jual yang diinginkan seperti, kategori pakaian, elektronik, otomotif, software, dan lain-lain. Sebelumnya juga pengunjung Tokopedia bisa mendaftarkan diri sebagai user dari Tokopedia.


Minggu, 13 Maret 2016

HTML5



Pengertian HTML5

HTML5 merupakan sebuah bahasa markah untuk menstrukturkan dan menampilkan isi dari World Wide Web, sebuah teknologi inti dari Internet. HTML5 adalah revisi kelima dari HTML dan hingga bulan Juni 2011 masih dalam pengembangan.

Dimana tujuan utama pengembangan HTML5 adalah untuk memperbaiki teknologi HTML agar mendukung teknologi multimedia terbaru, mudah dibaca oleh manusia dan juga mudah dimengerti oleh mesin.

HTML5 merupakan hasil proyek dari W3C (World Wide Web Consortium dan WHATWG ( Web Hypertext Application Technology Working Group ). Dimana WHATWG bekerja dengan bentuk web dan aplikasi dan W3C merupakan pengembang dari XHTML 2.0 pada tahun 2006, kemudian mereka memutuskan untuk bekerja sama dan membentuk versi baru dari HTML.
Beberapa browser sudah mendukung HTML5 seperti safari, chrome, firefox, dan opera.Kabarnya IE9 ( Internet Explorer ) akan mendukung beberapa fitur dari HTML5.

Pembuatan HTML5 juga di karenakan Standard HTML4 yang dijumpai banyak memiliki kelemahan untuk mendukung aplikasi web yang interaktif.
Akibat hal ini banyak orang menambahkan fitur baru baik disisi aplikasi web ataupun disisi browser. Solusi ini dikenal dengan plugin dan salah satunya adalah Flash dan Silverlight.

Semakin menjamurnya plugin didalam aplikasi atau browser membuat aplikasi web ini susah untuk menembus banyak browser. 

Kelebihan HTML5

·         Fitur baru harus didasarkan pada HTML, CSS, DOM, dan JavaScript
·         Mengurangi kebutuhan untuk plugin eksternal ( Seperti Flash )
·         Penanagan kesalahan yang lebih baik
·         Lebih markup untuk menggantikan scripting
·         HTML5 merupakan perangkat mandiri
·         Proses pembangunan dapat terlihat untuk umum

Fitur baru HTML5

·         Unsur kanvas untuk menggambar
·         Video dan elemen audio untuk media pemutaran
·         Dukungan yang lebih baik untuk penyimpanan secara offline
·         Elemen konten yang lebih spesifik, seperti artikel, footer, header, nav, section
·         Bentuk kontrol form seperti kalender, tanggal, waktu, email, url, search.

Sejarah HTML5

Kelompok Kerja Teknologi Aplikasi Web Hyperteks (Web Hypertext Application Technology Working Group, WHATWG) mulai membuat standar baru ini pada tahun 2004 ketika Konsortium W3C sedang fokus pada pengembangan XHTML 2.0 pada masa depan, sementara HTML 4.01 belum pernah diperbarui sejak tahun 2000. Sejak tahun 2009, W3C dan WHATWG bekerja sama dalam pengembangan HTML5 setelah W3C mengakhiri Kelompok Kerja Pengembangan XHTML 2.0. Meskipun HTML5 telah dikenal luas oleh para pengembang web sejak lama, HTML5 baru mencuat pada April 2010 setelah CEO Apple Inc., Steve Jobs, mengatakan bahwa dengan pengembangan HTML5, "Adobe Flash sudah tidak dibutuhkan lagi untuk menyaksikan video atau menyaksikan konten apapun di web."

Kelebihan HTML5
  • ·         Fitur baru harus didasarkan pada HTML, CSS, DOM, dan JavaScript
  • ·         Mengurangi kebutuhan untuk plugin eksternal ( Seperti Flash )
  • ·         Penanagan kesalahan yang lebih baik
  • ·         Lebih markup untuk menggantikan scripting
  • ·         HTML5 merupakan perangkat mandiri
  • ·         Proses pembangunan dapat terlihat untuk umum


Fitur baru HTML5
  • ·         Unsur kanvas untuk menggambar
  • ·         Video dan elemen audio untuk media pemutaran
  • ·         Dukungan yang lebih baik untuk penyimpanan secara offline
  • ·         Elemen konten yang lebih spesifik, seperti artikel, footer, header, nav, section
  • ·         Bentuk kontrol form seperti kalender, tanggal, waktu, email, url, search

     http://mkr-site.blogspot.co.id/2012/07/apa-itu-html5-dan-kelebihannya.html
`    https://id.wikipedia.org/wiki/HTML5#Logo_HTML5
http://dul.web.id/belajar/apa-itu/arti/html-html5.php


Kamis, 31 Desember 2015

Google+

Ketika Google+ memasuki ruang sosial pada tahun 2011, itu memenuhi sebagian besar dengan skeptis. Bergabung dengan bidang yang penuh sesak dengan platform seperti Facebook dan Twitter, banyak pengguna mempertanyakan perlunya jaringan sosial lain.

Tapi kira-kira dua tahun kemudian, Google+ telah memantapkan dirinya sebagai situs media sosial terbesar kedua di dunia dan menawarkan basis pengguna aktif bulanan dari 235 juta. Dan beberapa produk yang dibangun Google ke dalam platform, seperti Hangouts dan Communities, bersama dengan integrasi tambahan di Google News yang dapat menguntungkan poster aktif, telah membuat Google+ jaringan menarik untuk semua pengguna.

Memanfaatkan Fitur Lingkaran (Circle)

Lingkaran disini adalah sebuah sistem yang memudahkan pengguna Google Plus mengelompokkan teman mereka ke dalam kelompok-kelompok tertentu. Dengan demikian, hanya dengan memeriksa lingkaran tertentu, maka anda akan dengan mudah mengetahui aktivitas teman-teman anda serta apa saja yang mereka posting, sehingga anda bisa memprioritaskan komunitas anda.
Caranya mudah. Pertama, masuk ke bagian “Cari Orang” (Find People), kemudian klik pada “Lingkaran Anda”. Anda cukup membuat kategori lingkaran yang anda inginkan, misalnya: Keluarga, Teman, Komunitas Balap, Komunitas Game, dan sebagainya. Lalu anda tinggal men-drag and drop teman-teman anda untuk memasukkan mereka di dalam lingkaran. Mereka yang masuk ke dalam lingkaran tersebut akan mendapatkan notifikasi dan mungkin bisa juga memanfaatkan hal tersebut untuk mempromosikan hal tertentu yang sesuai dengan tujuan komunitas dibentuk.


Mengirimkan PM

Tidak ada fitur PM atau Message di Google Plus. Anda tidak akan menemukannya. Namun mengirimkan pesan pribadi di Facebook sangat praktis. Terinspirasi dari sistem Direct Message (DM) di Twitter, kamu cukup menuliskan pada siapa pesan kamu ditujukan pada kolom “Tambahkan orang” yang terletak di bagian bawah baris pesan anda.
Mengetahui siapa saja yang dikirimi pesan.

Masih sambungan dari pesan pribadi atau Private Message tadi, fitur tersebut memungkinkan anda untuk mengirimkan pesan kepada beberapa orang. Ini mirip dengan fitur ponsel atau email dimana anda bisa menconnect beberapa orang sekaligus untuk mengirimkan pesan yang sama. Kalau ingin tahu siapa saja yang menerima pesan itu, klik tulisan yang ada di samping kanan nama pengirim pada post. Bila dikirimkan secara umum, maka tulisannya adalah Publik, namun bila hanya beberapa orang saja yang menerima pesan tersebut, maka disitu akan terbaca Limited. Dengan meng-klik bagian ini, kamu bisa mengetahui siapa saja yang mendapatkan pesan.

Fitur Mention

Fitur mention yang sangat bermanfaat di Twitter dan (diikuti) Facebook ini mungkin mengilhami Google Plus untuk membuat fitur serupa. Di Google Plus, caranya sangat mudah untuk me-mention seseorang. Anda cukup menambahkan tanda plus (+) di depan nama akun.


Manfaatkan Komunitas

Google Plus memiliki fitur komunitas (mirip Facebook Group) yang akan memungkinkan bergabung dengan komunitas tertentu dan mendapatkan manfaat dari berbagai diskusi atau pos yang ada pada komunitas tersebut. Ini akan sangat membantu yang memiliki minat dalam bidang tertentu.
Caranya tinggal mengklik tombol Komunitas yang ada di sebelah kiri dashboard, lalu langsung bergabung dengan komunitas tertentu.



Memanfaatkan Google Hangout

Fitur hangout ini juga akan sangat memudahkan anda apabila anda bekerja di sebuah perusahaan dan ingin untuk melakukan teleconference dengan para karyawan yang tentu saja akan menghemat biaya yang diperlukan untuk pertemuan.
Setelah ditelusuri satu per satu, sebenarnya Google Plus memiliki fitur yang sangat membantu kita, terutama untuk keperluan bisnis. Mungkin tinggal menunggu waktu saja Google Plus akan berkembang sehingga bisa – paling tidak mendekati – kejayaan Facebook yang sampai saat ini masih dianggap sebagai jejaring sosial terbaik di dunia.


Rabu, 18 November 2015

Peristiwa 10 November

Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme. 


Masuknya Tentara Jepang ke Indonesia Pada 1 Maret 1942 telah membuat peta kekuasaan berpindah tangan, bala tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian, tepatnya, 8 Maret, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang berdasarkan perjanjian Kalijati. Sejak itu, Indonesia diduduki oleh Jepang. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki pada bulan Agustus 1945. Dengan menyerahnya pemerintah Jepang kepada pasukan sekutu maka Ir Sukarno atas nama bangsa Indonesia segera memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya setelah munculnya maklumat pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Merah Putih harus terus dikibarkan di seluruh pelosok kota, gerakan pengibaran bendera makin meluas ke di berbagai tempat strategis dan tempat-tempat lainnya, susul menyusul Sang Saka Merah Putih terus dikibarkan. Antara lain di teras atas Gedung Kantor Karesidenan (kantor Syucokan, gedung Gubernuran sekarang, Jl Pahlawan) yang terletak di muka gedung Kempeitai (sekarang Tugu Pahlawan), di atas gedung Internatio, disusul barisan pemuda dari segala penjuru Surabaya yang membawa bendera merah putih datang ke Tambaksari (lapangan Gelora 10 November) untuk menghadiri rapat raksasa yang diselenggarakan oleh Barisan Pemuda Surabaya.
Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru/Hotel Yamato atau Oranje Hotel, Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya. 

Mula-mula orang orang Nica dan Indo-Belanda yang telah keluar dari interniran menyusun suatu organisasi, Komite Kontak Sosial, yang mendapat bantuan penuh dari Jepang. Terbentuknya komite ini disponsori oleh Palang Merah Internasional (Intercross). Namun, berlindung dibalik Intercross mereka melakukan kegiatan politik. Mereka mencoba mengambil alih gudang-gudang dan beberapa tempat telah mereka duduki, seperti Hotel Yamato. Pada 18 September 1945, datanglah di Surabaya (Gunungsari) opsir-opsir Sekutu dan Belanda dari Allied Command (utusan Sekutu) bersama-sama dengan rombongan Intercross dari Jakarta. 

Karena kedudukannya merasa kuat, sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch Ploegman pada sore hari tanggal 18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan hari ketika pemuda Surabaya melihatnya, seketika meledak amarahnya. Mereka menganggap Belanda mau menancapkan kekuasannya kembali di negeri Indonesia, dan dianggap melecehkan gerakan pengibaran bendera yang sedang berlangsung di Surabaya. Begitu kabar tersebut tersebar di seluruh kota Surabaya, sebentar saja Jl. Tunjungan dibanjiri oleh rakyat, mulai dari pelajar berumur belasan tahun hingga pemuda dewasa, semua siap untuk menghadapi segala kemungkinan. Massa terus mengalir memadati halaman hotel serta halaman gedung yang berdampingan.
Agak ke belakang halaman hotel, nampak beberapa orang tentara Jepang sedang berjaga-jaga. Situasi saat itu menjadi sangat eksplosif. 

Tak lama kemudian Residen Sudirman datang. Kedatangan pejuang dan diplomat ulung yang waktu itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu, sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI, menyibak kerumunan massa lalu masuk ke hotel. Ia ingin berunding dengan Mr. Ploegman dan kawan-kawan. Dalam perundingan itu Sudirman meminta agar bendera Triwarna segera diturunkan. Ploegman menolak, bahkan dengan kasar mengancam, "Tentara Sekutu telah menang perang, dan karena Belanda adalah anggota Sekutu, maka sekarang Pemerintah Belanda berhak menegakkan kembali pemerintahan Hindia Belanda. Republik Indonesia? Itu tidak kami akui." Sambil mengangkat revolver, Ploegman memaksa Sudirman untuk segera pergi dan membiarkan bendera Belanda tetap berkibar. Melihat gelagat tidak menguntungkan itu, pemuda Sidik dan Hariyono yang mendampingi Sudirman mengambil langkah taktis. Sidik menendang revolver dari tangan Ploegman. Revolver itu terpental dan meletus tanpa mengenai siapapun. Hariyono segera membawa Sudirman ke luar, sementara Sidik terus bergulat dengan Ploegman dan mencekiknya hingga tewas. Beberapa tentara Belanda menyerobot masuk karena mendengar letusan pistol, dan sambil menghunus pedang panjang lalu disabetkan ke arah Sidik. Sidik pun tersungkur. Di luar hotel, para pemuda yang mengetahui kejadian itu langsung merangsek masuk ke hotel dan terjadilah perkelahian di ruang muka hotel. Sebagian yang lain, berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono yang semula bersama Sudirman turut terlibat dalam pemanjatan tiang bendera. Akhirnya ia bersama Kusno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang kembali. Massa rakyat menyambut keberhasilan pengibaran bendera merah putih itu dengan pekik "Merdeka" berulang kali, sebagai tanda kemenangan, kehormatan dan kedaulatan negara RI. Situasi kota Surabaya pasca kejadian tersebut semakin memanas setelah kedatangan tentara Inggris bersama pasuka Knil dan Nica Belanda yang membonceng kehadiran mereka.

Pertempuran dalam skala kecil hampir setiap hari terjadi hingga akhirnya tentara Inggris dan Belanda terdesak didalam tangsi tangsi militer mereka..
Kejadian ini memaksa pihak Inggris dan Belanda melakukan gencatan senjata dengan pihak TKR melalui pemerintah setempat.

Setelah perjanjian gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditanda tangani pada tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda, walaupun terkadang masih kerap terjadi kontak senjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya.
Bentrokan bersenjata dengan tentara Inggris di Surabaya, memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober 1945. Mobil Buick yang sedang ditumpangi Brigjen Mallaby dicegat oleh sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. Karena terjadi salah paham, maka terjadilah tembak menembak yang akhirnya membuat mobil Jenderal Inggris itu meledak terkena tembakan.

Kejadian tersebut membuat murka pihak Inggris. Melalui MayJen Mansergh yg merupakan pengganti Brigjen Mallaby mereka mengeluarkan ultimatum pada tanggal 10 November 1945 yang isinya sangat menghina rakyat Surabaya.

Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945. 

Ultimatum tersebut ditolak dan tidak digubris oleh pejuang dan rakyat Indonesia yg ada dikota surabaya. Sebab, ketika itu Republik Indonesia sudah berdiri , dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) juga telah dibentuk. 

Karena ultimatum tersebut tidak digubris oleh para pejuang dan rakyat surabaya maka pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran yang sangat dahsyat, mereka mengerahkan sekitar 3 Divisi pasukan Infanteri beserta tank dan senjata berat lainya, 50 pesawat tempur, dan sejumlah kapal perang yang berada disekitar perairan surabaya. 

Hampir seluruh bagian kota Surabaya ditembaki dan dihujani bom secara membabi-buta oleh moncong moncong meriam pasukan Inggris. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan luka-luka.
Perlawanan tidak berhenti, Kobaran api semangat di seluruh kota menyala nyala bak letusan gunung berapi, TKR dan Laskar serta bantuan yang aktif dari rakyat Surabaya membuat kota Surabaya terbakar bak neraka. 

Inggris terkejut mereka mendapatkan badai api di Kota Surabaya, awalnya mereka menduga perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, Nyatanya pengerahkan persenjataan modern dan taktik perang yang mumpuni tidak membuat kota surabaya mudah untuk diduduki.
Pertempuran semakin sengit dengan hadirnya para ulama, kyai dan para santri di medan peperangan.

Nama nama besar seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya ikut ambil bagian dalam perjuangan dengan mengerahkan santri-santri (ketika itu masyarakat Jawa khususnya tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka sangat patuh dan taat kepada para kyai dan ulama mereka). Tidak ketinggalan juga seorang orator ulung dan pejuang muda kota surabaya "Bung Tomo" bersama para tokoh lainnya terus memompa dan mebakar semangat arek arek surabaya agar terus berjuang hingga titik darah penghabisan.

Tidak terduga sama sekali perlawanan bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, minggu ke minggu. Perlawanan yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, semakin hari semakin solid dan teratur.
Pertempuran dasyat ini memakan waktu hampir satu bulan lamanya, sebelum seluruh kota jatuh di tangan pihak Inggris. 

Peristiwa berdarah ini benar benar membuat inggris merasa berperang dipasifik, medan perang Surabaya mendapat julukan "neraka" bagi mereka karena kerugian yg disebabkan tidaklah sedikit, sekitar 1600 orang prajurit pengalaman mereka tewas di surabaya serta puluhan alat perang rusak dan hancur diterjang badai semangat arek arek Surabaya. 

Kejadian luar biasa heroik yg terjadi di kota Surabaya telah menggetarkan Bangsa Indonesia , semangat juang, pantang menyerah dan bertarung sampai titik darah penghabisan demi tegaknya kedaulatan dan kehormatan bangsa telah mereka tunjukan dengan penuh kegigihan.

Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itu serta semangat membara yang membuat Inggris serasa terpanggang di neraka telah membuat kota Surabaya kemudian dikenang sebagai Kota Pahlawan dan tanggal 10 nopember diperingati setiap tahunnya sebagai hari Pahlawan.